Ext4 File System
Filesystem Ext4 didesain untuk memberikan performance yang lebih baik dan peningkatan kemampuan. Filesystem Ext4 juga meningkatkan daya tampung maksimal filesystem ke 1 exabyte dan mengurangi wktu yang diperlukan untuk melakukan pengecekan hardisk (fsck yang mana pada Filesystem Ext3, setiap 20-30 kali mount).
Berdasarkan test benchmark yang dilakukan oleh beberapa benchmarker, Filesystem Ext4 memiliki keunggulan performance yang significant dalam menulis dan membaca file berukuran besar.
Filesystem Ext4 menyisihkan filesystem lain seperti xfs, jfs, Reiserfs dan ext3.
Dalam kasus Ubuntu 9.04, filesystem ext4 di curigai sebagai faktor utama yang mempercepat waktu boot Ubuntu 9.04.
Filesystem ext4 juga meningkatkan umur hidup media flash seperti SSD. Karena filesystem ext4 tidak melakukan penulisan data layaknya Filesystem ext3 yang menulis beberapa kali (journaling).
http://linuxindo.web.id/2009/04/13/ext4-filesystem-kandidat-filesystem-default-linux/
Ext4 atau fourth extended filesystem merupakan pengembangan journaling file sytem pengganti dari Ext3 dan penambahan performa dari Ext3. Fungsi utama diciptakannya memang untuk memperbaharui kekurangan yang ada pada Ext3 serta menghilangkan batas penyimpanan untuk stuktur prosesor 64-bit. Akan tetapi, semua pengembang linux kernel menentang menyetujui penggunaan dari extended 3, untuk alasan stabilitas. Para developers mengusulkan untuk membagi source code dari Ext3, dan menggantinya dengan Ext4 serta melakukan pengembangan didalamnya tanpa mempengaruhi pengguna dari Ext3 tersebut. Proposal ini disetujui pada tanggal 28 Juni 2006, Theodore Ts'o, sang maintener dari Ext3 mengumumkan rencana pengembangan untuk Ext3.
Pada tanggal 11 oktober 2008, prototype dari pengembangan Ext4 ini sudah diluncurkan pada kernel linux versi 2.6.19, dan sudah dinyatakan stabil difungsikan pada source code repository linux 2.6.28, peratanda berakhirnya pengembangan dari ext3 dan penganjuran digunakannya Ext4. Kernel 2.6.28 yang mengandung file sistem Ext4 ini selesai dirilis pada tanggal 25 Desember 2008.
Diantara kelebihan Ext4:
Sistem file yang besar
Sistem file Ext4 dapat mendukung ukuran volume penyimpanan sampai dengan 1 exabite dan ukuran file sampai dengan 16 terabytes.
Extents/Tingkatan
merubah skema lama pemetaan berkas yang dilakukan oleh sistem file Ext2/3. Extens adalah luas jarak batas susunan dari physical block, berfungsi menambah performa file-file besar dan mengurangi pemisahan data(fragmentation), satu Extents pada Ext4 bisa memetakan sampai dengan 128 MB batas spasi dengan 4KB ukuran block/berkas.
Kekurangan dari File System Ext4:
• Resiko
Resiko kehilangan data yang lebih besar karena tidak menggunakan fsync pada saat terjadi replacing, karena sistem Ext4 yang menunda/delayed pemindahan file, jadi apabila terjadi crash ketika sistem sedang melakukan proses, semua file tidak akan tersimpan atau hilang sama sekali. Tetapi ini hanya terjadi pada sistem dengan performa kecil.
Sumber: Wikipedia/dengan terjemahan alakadarnya.
TANGGAPAN
Untuk orang yang kurang mengerti komputer seperti saya, partisi pada hardisk memang kurang diperhatikan. Padahal sebaliknya, partisi atau file sistem yang dipakai untuk operating sistem merupakan dasar atau pondasi yang bisa dibilang vital dalam dunia IT atau komputer. File sitem suatu media tidak hanya hardisk tentunya, akan menentukan kecepatan dan kemampuan performa maksimal dalam hal mentransfer dan menyimpan suatu file media tersebut. File sistem juga menentukan lama atau tidaknya umur suatu Volume Storage.
Dulu saya pernah mendengar file sistem FAT, FAT32, NTFS, HPFS. Semuanya itu merupakan file sistem yang umumnya dipakai oleh Operating System Microsoft Windows. Itu dulu, sekarang setelah saya mengenal linux ternyata terdapat puluhan jenis file sistem di dunia ini. Saya baru mengetahuinya ketika hendak menginstall Vector Linux 5.9/SOHO beberapa bulan yang lalu, ketika hendak mempartisi hardisk yang akan diinstal, ada terdapat sekitar kurang lebih 90 file sistem yang bisa menjadi file sistem untuk distro turunan slackware ini. Kalau membahas keseluruhan file sistem yang ada, mungkin tidak cukup dengan hanya 2 lembar kertas A4.
Dari situlah saya mendapatkan ide untuk membahas file sistem yang terbaru dari linux, yaitu Ext4. Memang bukan hal baru dan tidak sehangat nasi yang baru matang. Akan tetapi, file sistem Ext4 ini yang nantinya akan digunakan sebagai Default File Sistem untuk linux yang baru dan akan menggantikan Ext3. Ext4 Memang sudah ada sejak linux versi 2.6.19. Sudah dinyatakan stabil untuk linux Kernel 2.6.28, dan distro Ubuntu 9.04/ Jaunty Jackalope sudah bisa menggunakan file sistem Ext4. Tetapi tidak sebagai default File Sistem, baru pada versi 9.10/ Karmic Koala Ext4 ini akan dipakai sebagai default file sistemnya.
Suatu Produk pasti tidak ada yang sempurna, apalagi di bidang IT. Keunggulan file sistem Ext4 seperti disebutkan diatas, yaitu mempercepat atau mempersingkat proses booting, kemampuannya membaca storage volume sampai 1 exabite dan ukuran file sampai dengan 16 terabytes.
Hal ini sudah bisa terasa ketika menjalankan Ubuntu 9.04/ Jaunty Jackalope yang menggunakan file sistem Ext4. Proses bootingnya Lebih cepat dibandingkan Ubuntu 8.04/ Hardy Heron (meskipun process bar yang ada di boot screen Jaunty Jackalope lebih panjang dibanding yang ada di processing bar yang ada di bootscreen Hardy Heron), dan untuk performanya mungkin lebih terasa ketika menggunakan komputer dengan struktur prosessor 64-bit. Karena memang Ext4 ini diciptakan untuk yang suka akan High Performance. Dan disini, Linux lah jagonya.
Semoga Tulisan ini bermanfaat dan menambah wawasan serta pengetahuan khususnya untuk diri saya pribadi dan untuk pembaca pada umumya.
Senin, 28 September 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar